Home > education > Korelasi negatif, bukan kesalahan data

Korelasi negatif, bukan kesalahan data

Pada umumnya mahasiswa yang melakukan penelitian kualitatif selalu mencari-cari hubungan atau pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Untuk itu dia merumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut (misalnya): “Ada hubungan anatara variabel X dengan variabel Y“, atau “Ada pengaruh variabel X terhadap variabel Y“.

Si peneliti mulai mengumpulkan data dengan mengukur variabel X dan variabel Y dari sejumlah populasi atau sampel. Kemudian mencari nilai korelasi antara kedua variabel tersebut. Jika korelasinya positif, peneliti akan merasa sangat puas. Sebaliknya jika hasil perhitungannya menunjukkan korelasi yang negatif, maka dia mulai meragukan penelitiannya sendiri. Biasanya dia melakukan pengkajian ulang terhadap langkah-langkah perhitungan (kalau pengolahan data dilakukan secara manual). Kalau pengolahan data dilakukan dengan program SPSS misalnya, dia akan berhenti sejenak dan mempertanyakan korelasi yang negatif itu – seringkali melupakan judul penelitian yang mungkin seharusnya berkorelasi negatif. Apabila seorang peneliti mendapati bahwa korelasi memang harus (boleh) negatif dalam kasus yang sedang diteliti, dia akan merasa sedikit terhibur dan melanjutkan proses penulisan hasil penelitiannya.

Hal yang paling sering terjadi adalah penulis mengharapkan korelasi positif antara variabel X dengan variabel Y, karena judul penelitian “kelihatannya” harus berkorelasi positif. Namun hasil perhitungan yang menunjukkan korelasi negatif, maka dia segera kembali ke data, jangan-jangan ada yang salah. Secara matematis, hal ini memang benar karena nilai korelasi diperoleh dari data. Cara yang paling cepat untuk membenarkan hipotesisnya adalah dengan mengubah data. Tidak ada yang tahu bahwa data telah diperbaiki, selain peneliti itu sendiri. Akhirnya disimpulkanlah bahwa memang “ada hubungan” atau “ada pengaruh”. Hasil penelitian seperti ini tidak akan memberikan kontribusi terhadap ilmu pengetahuan.

Mengapa korelasi bernilai negatif?

Peneliti harus menyadari faktor apa yang menyebabkan korelasi menjadi negatif. Jangan langsung mengobrak-abrik data, karena data adalah manifestasi instrumen penelitian yang digunakan. Jika instrumen penelitian disusun tanpa menggunakan indikator-indikator variabel yang akan diukur, maka data yang diperoleh kemungkinan bukan mengukur variabel X melainkan mengukur variabel X1. Lebih parah lagi kalau yang terukur bukan variabel X melainkan variabel lain.

Instrumen penelitian yang baik, harus disusun berdasarkan indikator dari variabel yang akan diukur. Indikator itu sendiri tidak bisa ditentukan secara bebas, karena harus berpedoman terhadap hasil-hasil penelitian yang telah ada sebelumnya. Instrumen penelitian harus diuji validitasnya dari berbagai segi sebelum digunakan sebagai alat ukur yang baik. Kalau memerlukan pengolahan matematis (khususnya statistik inferensial), pilihlah teknik statistik yang sesuai. Choosing the Correct Statistical Test (CHS 627 University of Alabama).

Setelah indikator tersusun dengan baik, pengukuran dapat terlaksana dengan baik pula. Selanjutnya setelah pengukuran dilakukan, peneliti juga harus mempertimbangkan faktor lain dari segi responden. Ada responden yang memperikan jawaban jujur, ada juga yang tidak. Hal ini tidak bisa dihindari tetapi dapat diminimalkan dengan cara melakukan kalibrasi data (uji validitas). Ujia validitas dalam hal ini dimaksudkan untuk menyempurnakan instrumen penelitian melalui data yang diberikan oleh responden. Data yang tidak valid menghasilkan kesimpulan yang tidak valid.

Jadi, korelasi yang negatif bukan disebabkan oleh kesalahan data tetapi berbagai faktor. Korelasi negatif tidak berarti bahwa hasil penelitan atau data yang salah. Kesalahan lebih banyak diakibatkan oleh kesalahan pengukuran, kesalahan prosedur, atau kesalahan menganalisa data.

Categories: education
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: